K A L A


Lara lahir dari anak berkecukupan. Banyak orang bilang Lara adalah anak yang ceria, cerewet, dan bisa dibilang anak yang tangguh. Hari ini ia masuk ke Sekolah Menengah Atas. Dia bersekolah di SMA Bakti Indah. Sudah satu hbulan ia bersekolah dan dia belum menemukan pengalaman yang berkesan baginya.
Kriiing...
Suara bel istirahat berbunyi. Lara beserta kedua temannya yaitu Kasha dan Alin menuju ke kantin untuk membeli makan.
“Sha Lin, sini aku aja yang pesenin makanannya.” Kata Lara kepada kedua temannya.
“Ih tumben Ra?” -Alin
“Yaudah, gih sana beli.” –Kasha
Setelah selesai makan, mereka pergi ketoliet. Tapi tidak dengan Lara, Lara dipanggil oleh guru IPA karena Pak Tarjo ada kepentingan jadi Lara dipanggil untuk diserahkan beberapa tugas untuk kelas.
Saat dikelas lara mencatat tugas dari Pak Tarjo di papan tulis. Setelah menulis tugas Lara, Kasha, dan Alin bisa mengerjakan dengan cepat. Alhasil tugas mereka diminta o9leh teman sekelas lainnya. Jangan tanya suasana kelas seperti apa. Kelasnya rame banget. Melebihi orang-orang fanatik yang menonton konser idolanya sambil teriak teriak.
“Ishh rame bener.”
“Udah lah Lin, biarin aja. Rara ke mana lin?” kata Kasha. Lara memiliki nama panghilan lain yaitu Rara.
“Lah iya? Kemana ya?”
“cari kuy?”
“kuy lah”
Saat Alin dan Kasha mencari keliling sekolah hingga bel pulang sekolah berbunyi mereka belum juga menemukan Lara. Mereka mulai kawatir dan memutuskan untuk kembali kekelas.
Sesampai di kelas, Alin dan Kasha melihat sudah ada lara di dalam kelas. Mereka pun segerabertanya kepada Lara.
“Ih Rara kemana aja?” - Kasha
“Iya ihh, kita nyariin kamu lho dari tadi.” – Alin
“Harusnya aku yang tanya, kalian berdua klemana aja?”
“Lah??” Kata Alin dan Kasha bersamaan.
“Bukannya tadi kamu ga ada ya?” Kata Kasha kebingungan.
“Hehehe, iya aku tadi dipanggil kakak kelas.” Kata Lara sembari bercanda
“Iiih Siapa???” Kata Alin dan Kasha bersemengat.
“Adadeh, nanti aku ceritain kalo udah dirumah.” Kata Lara meyakinkan kedua temannya.
“Iiiih Lara Oxana Zada!!!” Kesal Kasha kepada Lara.
“Jangan lupa nanti aku telpon kamu Lara!” Kata Alin bersemangat.
“Iya iya kawan-kawan kuuu” Kata Lara sambil cengengesan.

Sepulang sekolah, saat Lara ingin memesan ojek online.
"Yuk naik." sebuah motor berhenti dihadapan Lara. Lara pun mengerutkan dahi.
"Ga usah. Aku pulang pesen ojek." kata Lara menolak.
"Ga usah nolak. Cepetan naik bawel." kata cowok itu geram.
"Ish dibilang! Aku kan ga mau!"
Tanpa aba-aba cowo itu turun dan menggendong Lara untuk duduk di belakang motor. Lara terkejut dan dia berteriak
"Ishh apan sih??!! Kamu tu siapa sih? Kita kan belom kenal!! Kamu tu nyebelin deh!"
"Hahaha, biar kamu ga cerewet terus. Oh iya, kalo ga kenal makannya kenalan. Kenalin aku Azka Davano. Panggil aja Azka, kalo susah panggilnya panggil aja Kaka juga boleh." kata Azka memperkenalkan dirinya.
"Oh, kenalin aku---"
"Lara Oxana Zada?" potong Azka.
"Iya." 'Dari mana Azka tau nama panjangku?' batin Lara.
"Ih susah banget nama nya. Nama kamu ga usah susah - susah nanti aku panggil Ara aja."
"Mau pulang kapan?" kata Lara tak mengindahkan omongan Azka.
"Iya iya bawel."

Diperjalanan Lara sangat bingung kenapa sepanjang perjalanan Azka cuma diam. Sesampainya di rumah Lara, Azka langsung berpamitan pulang. Lara bingung dengan sikap Azka. Yang tadinya ceria sekarang jadi diem gini.
"Ish apaan sih kok jadi mikirin Azka?"

Di rumah, Lara hanya sendirian. Dan dia memiliki janji dengan teman-teman nya. Ia harus menceritakan kejadian saat sebelum pulang.


Bersambung...


Komentar